Pertanian Modern

Kelapa Sawit Varietas DxP PPKS 540 NG


Varietas Kelapa Sawit Unggul Moderat Tahan terhadap Ganoderma, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah melakukan rangkaian penelitian sejak 2009 untuk mengidentifikasi dan mengkonstruksi bahan tanaman yang memiliki tingkat produktivitas minyak yang tinggi sekaligus memiliki sifat ketahanan terhadap Ganoderma. 

Penelitian tersebut meliputi identifikasi populasi yang memiliki sumber ketahanan, analisis silsilah, mating design, crossing plan, uji di pembibitan, dan analisis DNA. 

Berdasarkan hasil observasi lapangan pada koleksi plasma nutfah dalam pengujian projek ini, telah teridentifikasi material-material genetik milik PPKS yang memiliki ketahanan terhadap Ganoderma. 

Tetua varietas DxP komersial PPKS yang merupakan keturunan SP540T merupakan salah satu material genetik yang memiliki tingkat ketahanan tinggi terhadap Ganoderma di lapangan, kemudian ditetapkan sebagai varietas moderat tahan Ganoderma dan diberi nama DxP 540 NG (SK Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 641/Kpts/KB.010/10/2017). 

Frasa 'NG' sendiri memiliki New Generation for Ganoderma. Selain memiliki sifat moderat tahan terhadap Ganoderma, Varietas DxP 540 NG juga memiliki karakter produksi TBS dan produksi minyak yang sangat baik. 

Pada usia 6 tahun, varietas ini dapat menghasilkan 35 ton TBS/ha/tahun dengan tingkat rendemen minyak 26,5-27,4%. Tingkat rendemen yang disebabkan kandungan mesokarp/buah yang tinggi, yakni 84,5-87,5%.

Sampai dengan saat ini varietas DxP 540 NG adalah varietas termahal yang di produksi oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

Berikut potensi produksi varietas turunan SP540:


Berikut data singkat varietas DxP 540 NG:

Bahaya Genoderma Pada Kelapa Sawit


Ganoderma sp. merupakan salah satu jenis jamur dari Suku Ganodermataceae, yang sangat tersebar luas. Jamur ini biasanya hidup di tanah, memiliki sifat parasitik dan saprophytik yang menarik karena dua peran yang saling bertentangan yaitu efek berbahaya dan bermanfaat. Sebagai parasit tanaman, Ganoderma dapat menyebabkan busuk akar dan batang di perkebunan tanaman tropis dan hutan yang menyebabkan kematian dan kerugian besar. 

Ganoderma juga dikenal sebagai jamur pelapuk putih yang dapat menyebabkan busuk kayu dengan menghancurkan lignin. 

Serangan Ganoderma berpengaruh terhadap produksi, dikarenakan Ganoderma mampu mematikan tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan.

Pengendalian Ganoderma pada tanaman kelapa sawit harus segera dilakukan karena menyebabkan busuk akar dan batang sehingga dapat membuat tanaman kelapa sawit dengan perlahan akan mati. 

Pengendalian yang dilakukan harus secara menyeluruh dan mempertimbangkan efesiensi biaya serta ramah lingkungan.Percobaan parit isolasi dengan kedalaman lubang 80 cm, lebar lubang 60 cm dan jarak tanaman ke lubang isolasi 2 meter digunakan untuk membandingkan antara perlakuan parit isolasi dan tanpa parit isolasi dan dari hasil pengamatan dilapangan tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap perlakuan membuat parit isolasi terhadap tanaman yang terserang ganoderma karena setelah pembuatan parit isolasi terhadap tanaman yang terserang ganoderma di blok tertentu masih terdapat juga tanaman yang terserang ganoderma diblok yang sama.

Kelapa Sawit Varietas DxP PPKS 540

Antara Dura Deli lini PA 131 D self / TI 221 D x GB 30 D dengan tetua pisifera keturunan SP540T murni. 

Karakter unggulan dari varietas ini adalah quick starter dan persentase Daging buah kelapa sawit (mesokarp) per buah yang sangat tinggi (88–90%). Potensi produksi CPO dari varietas ini mencapai 8-9 ton/ha/tahun.

Dengan daya adaptasi yang luas, varietas ini dapat ditanam di berbagai tipe lahan mulai dari areal datar hingga bergelombang. 

Varietas DxP PPKS 540 hasil pemuliaan PPKS ini dirilis pada 2007 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 371/Kpts/Sr.120/7/2007.

Berikut Potensi Produksi Varietas Turunan SP540:


Berikut data produktivitas PPKS 540:

Kelapa Sawit Varietas DxP PPKS 239

DxP PPKS 239 mampu menghasilkan TBS yang tinggi, baik pada usia muda maupun dewasa, selain memiliki tandan yang relatif besar juga memiliki potensi produksi CPO dan PKO yang lebih tinggi dibanding varietas lainnya dalam kelompok ini.

Varietas ini memiliki Rerata Jumlah Tandan rata - rata 13 tandan/pohon/tahun, Rerata Berat Tandan 20,0 Kg/tandan, Potensi TBS 33,1 ton/ha/tahun dan dapat menghasilkan 8,4 ton CPO/ha/tahun, Selain itu, varietas ini juga dapat menghasilkan PKO 0,7 – 0.9 ton/ha/tahun. 

Dengan mempertimbangkan tingkat produksi CPO dan PKO yang tinggi, varietas DxP PPKS 239 dapat menjadi alternatif bagi pekebun yang ingin mendapatkan total economic value yang lebih tinggi dari kedua jenis minyak tersebut.

Varietas ini merupakan hasil persilangan khusus antara dura turunan DA128D xLM270D dengan pisifera turunan LM239T self, dan memiliki keunggulan dalam produksi CPO dan PKO (high CPO, high PKO). 

DxP PPKS 239 merupakan varietas kelapa sawit yang dirilis pada 17 Mei 2010 sesuai SK Menteri Pertanian No. 1883/Kpts/SR.120/5/2010. 

Berikut potensi produksi varietas turunan Yangambi:


Berikut data varietas DxP PPKS 239:

Kelapa Sawit Varietas Dyp Sungai Pancur 1 (Dumpy)


Varietas Dyp sungai pancur (Sp-1) atau yang lebih dikenal sebagai varietas Dumpy, merupakan varietas dengan keunggulan spesifik laju pertumbuhan meninggi yang lambat (lebih kecil 55 cm/ tahun). 

Dengan karakter ini, varietas dumpy mampu mencapai umur ekonomi, hingga 30 tahun atau lebih dari varietas lain, selain pertumbuhan meninggi yang lambat dumpy juga memiliki keragaman batang yang relatif besar sehingga cocok ditanam dilahan gambut untuk mengurangi potensi rebah.

Varietas Dyp Sungai Pancur 1 atau yang lebih dikenal sebagai varietas Dumpy merupakan Bahan tanaman unggul PPKS hasil persilangan antara Pesifera turunan SP540 dan Dura Dumpy

Berikut potensi produksi varietas DxP Sugai Pancur 1 (Dumpy):


Berikut data varietas DxP Sungai Pancur 1 (Dumpy):

Kelapa Sawit Varietas DxP PPKS 718



DxP PPKS 718 merupakan varietas turunan Yangambi yang memiliki karakter bobot tandan yang besar (big bunch), 10% lebih tinggi dari rerata bobot tandan umumnya.

Rerata bobot tandan varietas pada umur 6 - 9 tahun sebesar 22,8 kg/tandan, dan potensi produksi TBS sebesar 32 ton/ha/tahun. 

Varietas ini merupakan hasil persilangan spesifik antara Dura DA115D self x LM718T self. Dirilis pada 2007 sesuai SK Menteri PertanianNo. 372/Kpts/SR.120/7/2007.

Varietas ini sendiri termasuk dalam siklus kedua artinya jenis-jenis sawit yang telah mendapatkan perbaikan karakter dari varietas lama seperti Marihat, Bah Jambi dsb.

Berikut potensi produksi varietas turunan Yangambi:


Berikut data Varietas DxP PPKS 718:

Kelapa Sawit Varietas DxP Langkat


DxP Langkat merupakan varietas pertama yang dirakit PPKS dari hasil rekombinasi tetua-tetua terbaik beberapa populasi pisifera. 

Tetua pisifera hasil rekombinasi antara pisifera SP540T, Yangambi, dan Marihat disilangkan dengan Dura Deli terbaik menghasilkan varietas dengan karakter unggul pelepah yang relatif pendek (compact palm) dan potensi CPO hingga 8,3 ton/ha/tahun. 

Selain cocok ditanam di areal bergelombang dan berbukit, varietas ini juga dapat mulai berbuah pada umur 22 bulan setelah tanam. Varietas DxP Langkat dirilis pada 2003 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 136/Kpts/TP.240/2/2003.

Berikut potensi produksi varietas DxP Langkat:

Berikut dat varietas DxP Langkat:

Back To Top